Sanitasi yang Baik dan Air Bersih Terkait Erat untuk Mencegah Stunting

Sanitasi yang Baik dan Air Bersih Terkait Erat untuk Mencegah Stunting


Saat menghadiri rapat paripurna peringatan hari ulang tahun Jakarta ke-495 pada (22/6/2022), Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Suhajar Diantoro mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangani kasus stunting.

Suhajar menyebut, secara nasional, kasus stunting di Jakarta berada di posisi terendah kedua setelah Bali.

Kasus stunting tidak hanya terkait dengan kemiskinan, namun juga dengan kualitaa air bersih dan sanitasi.

Di acara Mimbar Virtual Barisanco, “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Sanitasi dan Kualitas Air dalam Pencegahan Stunting”, Direktur Teknik dan Usaha Paljaya, Asri Indiyani mengatakan, stunting bisa dimulai pada ibu hamil yang tinggal di tempat dengan sanitasi dan buruknya pengelolaan air limbah domestik.

Dalam paparannya, Asri menyebut, data BPS 2021 bahwa jumlah BABs terbuka di Indonesia sebanyak 5,69 persen.

“BABs terbuka adalah praktik buang air besar di hutan, kebun, sungai, pantai, dan ruang terbuka lainnya,” kata Asri pada Selasa (5/7/2022).

Asri menambahkan, berdasarkan data Bappenas 2019, pengelolaan air limbah domestik yang buruk juga erat kaitannya dengan akses sanitasi.

Sedangkan Sekretaris Badan Pengawas PAM Jaya, Yanto Ph.D menyampaikan, riset Kementerian Kesehatan, 60 persen kasus stunting disebabkan oleh tidak adanya air bersih dan sanitasi buruk, sementara 40 persen sisanya terjadi karena gizi buruk.

Yanto juga mengungkapkan, terdapat program pelayanan MBR dari PAM Jaya. Salahsatunya adalah pelayanan Kampung Prioritas.

“Sudah dilakukan pelayanan ke 12 kampung prioritas di wilayah DKI Jakarta, baik dengan jaringan perpiaan, kios air, dan master meter,” ujarnya.

Progres program saat ini yaitu sedang dilaksanakan perluasan pemasangan jaringan perpipaan di kampung Tanah Merah tahap II, Kampung Guji Baru, Kampung Rawa Timur, dan Kampung Kali Sekretaris. Untuk Kampung Kerang Ijo, Empang, dan Enceng akan ditambahkan pelayanan sementara dengan Kios Air sambil menunggu implementasi Pergub 83 tahun 2021.

Kios air sendiri dikhususkan untuk wilayah uang belum ada jaringan perpiaan. Saat ini, PAM Jaya telah melakukan operasional terhadap 102 kios air yang tersebar di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Pada tahun 2022, dalam proses pembangunan 100 kios air lainnya.

Sanitasi yang baik dan air bersih berkaitan satu sama lain untuk mencegah stunting. Tanpa adanya sanitasi memadai, maka air bisa terkontaminasi yang menyebabkan masalah stunting. Begitu juga sebaliknya.

Oleh karena itu, di akhir acara, Asri menegaskan, agar masyarakat memperhatikan sanitasi dan pengelolaan air limbahnya agar air yang disalurkan untuk minum maupun kebutuhan sehari-hari tidak tercemari. [rif]

(Sumber: https://barisan.co/sanitasi-yang-baik-dan-air-bersih-terkait-erat-untuk-mencegah-stunting)

Paljaya Rampungkan Pembangunan IPAL Komunal di Manggarai Selatan

Paljaya Rampungkan Pembangunan IPAL Komunal di Manggarai Selatan


Perusahaan Umum Daerah Pengelolaan Air Limbah (Perumda PAL) Jaya telah merampungkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di MCK Jalan Sawo III, RT 03/09, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan.

Selanjutnya, IPAL Komunal yang dibangun dari program CSR Perumda PAL Jaya ini diserahkan kepada pengurus RW setempat untuk dikelola bersama warga RT 03/09.

Asisten Manajer Sekretaris Perusahaan Perumda PAL Jaya, Tonang Kurniawan mengatakan, IPAL Komunal tersebut dibangun menggunakan IPAL modular bernama biopal tipe dua berkapasitas pengolahan untuk 25 orang dengan volume 3,3 meter kubik.

IPAL Komunal ini dapat mengolah limbah atau buangan non-kakus (greywater) dan limbah kakus (black water).

“Grey water itu air buangan non kakus yang sumbernya dari air mandi, air cucian piring, binatu. Sedangkan black water itu adalah limbah dari kakus atau jamban. Grey water dan black water itu akan diolah di IPAL ini,” ungkap Tonang, Selasa (5/7).

Tonang menjelaskan, Perumda PAL Jaya memiliki tupoksi untuk mengolah air limbah, terutama air limbah domestik supaya fungsi dari drainase hanya menampung air hasil olahan dan air hujan sesuai peruntukannya.

“Kami harus ada alat atau instrumen untuk menampung dan mengolah limbah domestik itu. Maka dari itu kita desain biopal berbagai macam tipe. Khusus MCK di Jalan Sawo III ini menggunakan Biopal tipe 2,” katanya.

Ia menyampaikan, pembangunan IPAL ini berdasarkan aspirasi dari warga yang disampaikan melalui FKDM Jakarta Selatan, khususnya di Kecamatan Tebet. Pihaknya pun menyambut baik FKDM Jakarta Selatan yang telah melakukan penetrasi awal kepada warga Jalan Sawo III terkait perbaikan sanitasi lingkungan.

Menurut Tonang, untuk memberikan pemahaman kepada warga diperlukan edukasi dan sosialisasi. Mengingat masih banyak warga yang beranggapan urusan limbah bukan prioritas.

“Ada peran dari FKDM Jakarta Selatan yang bisa mengkondisikan dan mensosialisasikan di awal bahwa air limbah juga harus diolah. Karena kalau tidak diolah bisa menimbulkan penyakit dan berdampak negatif bagi lingkungan,” tuturnya.

Ketua FKDM Jakarta Selatan, Abdul Hafidz menambahkan, salah satu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) FKDM mencegah segala permasalahan di masyarakat sejak dini. Dari hasil temuan di lapangan diketahui perlunya perbaikan sanitasi di sejumlah wilayah yang membutuhkan.

“Kebetulan MCK ini tidak hanya digunakan masyarakat, tapi juga oleh jemaah masjid. Setelah kami survei, kami putuskan ini menjadi prioritas utama. Kemudian kami ajukan kepada Perumda PAL Jaya dan alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” terangnya.

Ketua RW 09, Manggarai Selatan, Suyatno menyampaikan terima kasih kepada Perumda PAL Jaya dan FKDM Jakarta Selatan yang telah memfasilitasi perbaikan MCK dilengkapi dengan IPAL komunal di wilayahnya.

“Saya sangat gembira dan berterima kasih kepada pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pembangunan ini,” tandasnya.

(Sumber: https://www.beritajakarta.id/read/102871/pal-jaya-rampungkan-pembangunan-ipal-komunal-di-manggarai-selatan#.Ys4yT3ZBy5c)

DKI Bakal Tambah IPAL Berteknologi Biologis Tahun Ini

DKI Bakal Tambah IPAL Berteknologi Biologis Tahun Ini


Perumda PAL Jaya berencana menambah dua unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) mengunakan teknologi biologis, Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) di tahun 2022.

Teknologi yang sebelumnya sudah diaplikasikan di IPAL Setiabudi dan Krukut tersebut juga menjadi referensi pembangunan IPAL di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Direktur Utama Perumda PAL Jaya, Aris Supriyanto mengatakan, penerapan teknologi MBBR dipilih lantaran lebih efektif dan efisien dibanding IPAL konvensional. Teknologi MBRR merupakan penguraian air limbah menggunakan sistem aerasi dan media agar nanti air hasil olahannya sudah aman untuk dikembalikan ke lingkungan sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No 68 Tahun 2016.

“Medianya memiliki fungsi tempat berkembang bakteri pengurai limbah. Hasilnya, lumpur ekses dari penguraian lebih sedikit dibanding konvensional,” ujarnya, Rabu (29/6).

Dikatakan Aris, dalam teknologi konvensional bakteri yang berfungsi mengurai limbah tidak ditempatkan di media sehingga ikut terbuang bersama ekses lumpur. Sedangnkan teknologi MBBR meminimalisir bakteri terbuang sehingga terus berkembang dan dengan semakin banyak bakteri itu proses penguraian lebih cepat.

Hasil dari teknologi ini mampu menurunkan nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD) dari 150-200 mg per liter menjadi di bawah 30 mg per liter, sehingga hasil air pengolahan memenuhi baku mutu dan aman bagi lingkungan.

Dari total hasil olahan IPAL Krukut, 30 persen volume airnya diolah kembali untuk dapat dimanfaatkan kebutuhan air non-konsumsi seperti campuran semen untuk konstruksi, penyiraman tanaman dan flushing. Kemudian, lumpur yang dihasilkan IPAL Krukut ini akan diolah lebih lanjut di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Pulo Gebang.

Menurut Aris, berdasarkan hasil peneilitan dan data pengolahan teknologi MBBR inilah yang paling pas diterapkan untuk perkotaan. Karena itu pihaknya akan mengembangkan dua unit IPAL MBBR di kawasan Jalan MH Tahmrin dan Ancol.

“Ini sedang proses pembangunan dan kita harap 2022 ini bisa dioperasikan. Untuk tahun depan kita akan bangun di Jalan TB Simatupang,” tandasnya.

(Sumber: https://www.beritajakarta.id/read/102346/dki-bakal-tambah-ipal-berteknologi-biologis-tahun-ini#.Ys4w-nZBy5c0)

Perumda Paljaya Menerima Kunjungan PUPR di Instalasi Reklamasi Air Krukut

Perumda Paljaya Menerima Kunjungan PUPR di Instalasi Reklamasi Air Krukut


Pada Sabtu 25 Juni 2022, Perumda Paljaya menerima kunjungan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bapak Dr. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc. di Instalasi Reklamasi Air Krukut atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Krukut.

IPAL Krukut merupakan IPAL Skala Perkotaan yang dibangun dengan dana PMD DKI Jakarta dan dikelola oleh Perumda Paljaya. IPAL ini berkapasitas 8.600 m3/hari dan melayani Zona 0 DKI Jakarta meliputi kawasan Rasuna Said, Mega Kuningan, Jalan Jenderal Sudirman, SCBD, Senayan, Gatot Subroto, Manggarai, Guntur, dan Setiabudi.

Turut hadir mendampingi Menteri PUPR, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti dan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja dan diterima oleh Direktur Teknik dan Usaha Perumda Paljaya Asri Indiyani.

#PengolahanAirLimbah #UntukSanitasiLebihBaik #SanitasiAmanUntukJakarta

HUT Jakarta ke 495, Perumda Paljaya Sosialisasi Pentingnya Sanitasi

HUT Jakarta ke 495, Perumda Paljaya Sosialisasi Pentingnya Sanitasi


Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka HUT Jakarta yang ke 495, perusahaan umum daerah milik Pemprov DKI Jakarta, Perumda Paljaya menyebarkan informasi tentang pentingnya lingkungan hidup yang sehat dengan membuang air limbah domestik yang dikelola secara benar.

“Sampai saat ini mayoritas warga Jakarta yang belum paham benar pentingnya sanitasi lingkungan yang baik. Mereka masih membuang limbah rumah tangga secara sembarangan yang mengakibatkan sungai-sungai yang ada menjadi tercemar,” ujar Dirut Paljaya Aris Supriyanto, Rabu (22/6/2022).

Lebih jauh Aris Supriyanto menyatakan limbah cair buangan yang ada saat ini banyak yang mengandung bakteri berbahaya, seperti bakteri E.Coli yang bisa berpengaruh pada pertumbuhan anak-anak (stunting).

“Jadi bukan hanya gizi buruk yang menyebabkan anak stunting, juga karena sanitasi yang buruk. Memang pengaruhnya tidak langsung terasa saat itu juga, tetapi terlihat beberapa tahun kemudian saat anak seharusnya mulai tumbuh,” katanya.

Itu sebabnya Paljaya yang memang tugasnya menangani air limbah di Jakarta akan bekerja keras mempertahankan serta memperbaiki kualitas air tanah yang ada di Jakarta, dengan menyelamatkan terlebih dahulu kualitas air tanah di wilayah selatan Jakarta dan memperbaiki kualitas air tanah di daerah Jakarta lainnya yang tingkat pencemarannya tinggi. Diakui ini memang pekerjaan berat.

Namun dengan dukungan masyarakat dan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak terkait masalah air limbah domestik ini bisa diatasi tahap demi tahap.

Paljaya sendiri memiliki beberapa unit IPAL (instalasi pengolahan air limbah), di antaranya satu di Kali Krukut dekat masjid bersejarah Hidayatullah di pinggir Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, satu lagi di kawasan Setiabudi di dekat Sungai Ciliwung, Jakarta Selatan, dan IPAK (instalasi pengolahan air kotor) yang khusus mengelola tinja yang berada di Duri Kosambi, Jakarta Barat serta IPAK Pulogebang di Jakarta Timur.

Aris Supriyanto menyatakan Pemprov DKI Jakarta sangat konsen dengan kesejahteraan masyarakatnya terkait lingkungan yang sehat. Oleh karenanya pembuangan air limbah ini dipandang sangat penting untuk dikelola secara benar sehingga pada akhirnya akan memberi dampak kepada lingkungan yang sehat.

Sekretaris Perusahaan Perumda Paljaya, Tanto Tabrani, menambahkan Perumda Paljaya saat ini sedang berupaya mengelola air limbah masyarakat Jakarta dari awal pembuangan hingga pengolahan sampai air tersebut dapat digunakan kembali (recyling), meskipun belum dapat untuk konsumsi diminum.

Tanto memberi contoh air hasil olahan melalui IPAL dengan tehnologi MBBR (Moving Bed Biofilm Reactor) yang dimiliki Paljaya sudah aman digunakan untuk berbagai keperluan, kecuali untuk air minum.

“Air yang sudah diolah di IPAL kami sudah bisa digunakan untuk mencuci atau menyiram tanaman. Tapi belum bisa digunakan untuk keperluan memasak atau air minum,” ujarnya.

Kepada masyarakat yang ingin melihat bagaimana pengolahaan air limbah yang kotor melalui IPAL MBBR milik Paljaya bisa datang ke IPAL di Kali Krukut.

Disini masyarakat bisa melihat langsung proses pengolahannya. Bahkan di gedung IPAL yang dibangun dengan konsep ramah lingkungan ini juga disediakan ruang khusus edutainment untuk memberi edukasi kepada para siswa sekolah atau mahasiswa yang berkunjung.

“Kami bahkan menyediakan cafe yang nyaman di bagian atap gedung IPAL Krukut. Dijamin tidak ada bau yang tercium karena air yang melalui IPAL sudah diolah dengan baik,” tambah Tanto.

 

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4993241/hut-jakarta-ke-495-perumda-paljaya-sosialisasi-pentingnya-sanitasi

Perumda Paljaya, Piawai Mengelola Limbah Warga Jakarta

Perumda Paljaya, Piawai Mengelola Limbah Warga Jakarta


Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah  Pengelolaan Air Limbah Jaya atau Perumda Paljaya merupakan BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan aktivitas usaha di bidang jasa pengelolaan air limbah seperti penyaluran, pengumpulan, pemeliharaan, dan pengolahannya.

Status perumda sebenarnya baru disandang BUMD ini pada 31 Desember 2021. Sebelum itu, namanya adalah Perusahaan Daerah (PD) Paljaya (periode 1991-2021) dan Badan Pengelolaan Air Limbah (BPAL) pada periode 1987-1991.

Visi Perumda Paljaya adalah menjadi perusahaan pengelolaan air limbah yang handal dalam meningkatkan kualitas masyarakat Jakarta yang beradab dengan lingkungan yang lestari.

“Sedangkan misi kami adalah memberikan jasa pelayanan pengelolaan air limbah sistem perpipaan/sistem terpusat, sistem komunal, sistem setempat, sistem penyedotan air limbah tanki septik dan kegiatan pendukung lainnya seperti sistem air daur ulang, layanan pemeliharaan jaringan pipa air limbah gedung /sistem plumbing serta pengolahannya,” ujar Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Paljaya Budi Setiono dalam sesi presentasi dan  wawancara Penjurian TOP BUMD Awards 2022 yang dilakukan secara virtual, Senin (4/4/2022).

Budi dalam penjurian ini didampingi Saptanto (Asisten Manajer Sekretaris Perusahaan dan Humas Perumda Paljaya), Muhammad Trian P. (Staf Sekretaris Perusahaan dan Humas), dan Tonang Kurniawan (Staf Sekretaris Perusahaan dan Humas).

Untuk layanan air limbah, Perumda Paljaya dilakukan dengan sistem terpusat (off-site) di Instalasi  Pengolahan Air Limbah (IPAL) MBBR Setiabudi dengan kapasitas 250 liter/detik dan IPAL Krukut berkapasitas 100 liter/detik.

Cakupan layanan air limbah Perumda Paljaya saat ini mencapai 2.450.460 PE (population equivalen), dengan jaringan pipa sepanjang 111,9 Km, pelanggan  rumah tangga sebanyak 2.081 unit (180.005 m2) dan pelanggan non rumah tangga 677 unit (14.547.368 m2).

“Layanan air limbah Perumda PAL Jaya melalui sistem perpipaan atau off-site saat ini hanya berada di Zona 0 yang meliputi kawasan HR. Rasuna Said, Mega Kuningan, Jalan Jenderal Sudirman, SCBD, Senayan, Gatot Subroto, Manggarai, Guntur dan Setiabudi,” kata Budi.

Menurut Budi, total cakupan layanan air limbah Perumda Paljaya tahun 2021 baru mencapai 22,43 persen. Sedangkan target yang ditetapkan tahun lalu  sebesar 22,93 persen yang terdiri atas layanan Perpipaan 13,67 persen dan layanan non perpipaan 9,26 persen.

Laju pertumbuhan penduduk jauh lebih pesat dibandingkan dengan laju infrastruktur air limbah

Sedangkan untuk layanan pengolahan lumpur tinja, Perumda Paljaya mengoperasikan dua Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), yaitu IPLT Duri Kosambi dan IPLT Pulo Gebang dengan kapasitas masing-masing 900 m3/hari. Sepanjang tahun 2021, penyedotan lumpur domestik dari truk tinja PAL Jaya mencapai 7.596 m3 dan pengolahan lumpur domestik sebanyak 24.371m3.

“Untuk pengolahan lumpur domestik itu berasal dari truk tinja PAL Jaya dan truk swasta,” kata Budi.

Sesuai Masterplan Air Limbah Domestik Jakarta berdasarkan Studi JICA dan Pergub 41 Tahun 2016, tahun 2050 sekitar 80 persen warga DKI Jakarta sudah menggunakan Sewerage system dan 20 persen terlayani dengan IPLT.

Sewerage system adalah infrastruktur yang dibangun khusus untuk menangani, menyalurkan, dan mengolah limbah atau limpahan air hujan agar dapat dikembalikan dan diterima oleh lingkungan sehingga tidak membahayakan (relatif aman).

Tahun 2021, layanan Sewerage di DKI Jakarta baru mencapai 13,36 persen, sisanya masih menggunakan septic tank dan individual treatment plant. Tahun 2022 ini, Perumda Paljaya menargetkan percepatan layanan Sewerage menjadi 65 persen dan IPLT 35 persen.

Untuk mencapai target layanan pengolahan limbah tersebut, Perumda Paljaya [ada 2021 sudah melakukan sejumlah Kegiatan Strategis Daerah (KSD), antara lain  Revitalisasi Tangki Septik. Sepanjang tahun 2021, total realisasi revitalisasi tangki septik yang sudah terpasang dan terverifikasi mencapai 1.259 titik lokasi yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

KSD lainnya yang diselesaikan tahun 2021 adalah penyelesaian  pembangunan IPAL Krukut pada Juli 2021 dan mulai beriperasi pada Agustus 2021. Ada penambahan logo Paljaya Krukut Water Reclamation Plant. IPAL tersebut juga dilengkapi dengan Edutaiment dan Rooftop Cafe. “Saat ini IPA Krukut sudah beroperasi dengan menerapkan Green Building Concept,” kata Budi.

Tahun 2021, Perumda Paljaya juga berhasil menyelesaikan pembangunan Pipa Air Limbah Sudirman Sisi Timur.

KSD lainnya yang juga berhasil diselesaikan Perumda Paljaya adalah Kebijakan Subsidi Pengelolaan SPALDT atau Sistem Pengelolaan Air limbah Domestik Terpusat.  Manajemen BUMD ini berhasil menyusun usulan kegiatan kebijakan subsidi pengelolaan SPALDT yang terdiri dari KAK dan RAB, penunjukan konsultan kebijakan subsidi pengelolaan SPALDT.

Selain itu, inventarisasi IPAL yang sudah terbangun di DKI Jakarta serta Penyerahan Laporan Final terdiri dari naskah Akademik dan Rancangan Peraturan Kebijakan Subsidi Pengelolaan SPALDT  pada 14 Desember 2021.

KSD lainnya yang berhasil dituntaskan Perumda Paljaya adalah pembangunan sambungan rumah sebanyak 500 titik (hibah pemerintah Australia). Sampai akhir 2021, terbangun 184 sambungan rumah (SR) dari rencana 210 SR. Dalam kontrak yang ditandatangani pada 17 September 2021, untuk pembangunan tahap 1 sebanyak 210 SR.

Tahun 2021, Perumda Paljaya juga berhasil menyelesaikan KSD berupa perencanaan DED IPAL dan Jaringan TB. Simatupang. KSD lainnya yang berhasil kami selesaikan adalah Pembangunan IPAL Thamrin 9 dan Pembangunan IPAL Ancol pada Desember 2021.

Tahun lalu, Perumda Paljaya juga berhasil menuntaskan KSD Pembangunan Pengolahan Lumpur IPAL di Pulau Pramuka.

12 Rencana Aksi  

Untuk tahun 2022, menurut Budi, Perumda Paljaya memiliki 12 Rencana Aksi untuk Pengelolaan Limbah di DKI Jakarta. Rencana aksi tersebut masuk dalam KSD 2022, di mana 10 rencana aksi di antaranya terkait Pengembangan dan Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Air Limbah Komunal.

Sepuluh rencana aksi itu pertama adalah revitalisasi septik tank rumah tangga. Kedua, biaya penyediaan dan pemasangan prasarana air limbah domestik dari penerima manfaat subsidi.

Kemudian, kajian pengembangan jaringan distribusi pipa air daur ulang IPAL Krukut dan IPAL Setiabudi. Pengembangan jariangan zona 0 (Swadaya dan Pasar Manggis).

Pembangunan jaringan dan IPAL Ancol, Pembangunan jaringan dan IPAL TB Simatupang, pembangunan IPAL Thamrin 9. Pengembangan strategi komunikasi yang efektif terkait pengembangan dan pengelolaan air limbah domestik dan air limbah komunal. Sembilan, Kajian kebijakan tarif dan subsidi pengelolaan SPALDT Pasca Serah Terima. Sepuluh, perjanjian kerja sama pengelolaan SPALDT antara Dinas SDA dan Paljaya

Selain itu, ada satu rencana aksi terkait pengurangan sampah di sumber yakni Pengelolaan Limbah B3 Medis. Dan, satu rencana aksi terkait Penyediaan Pengolahan dan Pengelolaan Air Limbah di Kepulauan Seribu, yaitu pendalaman kajian pemanfaatan sludge treatment termasuk transfer knowledge.

Pemanfaatan Teknologi Informasi

Kesuksesan pelayanan dan operasional Perumda Paljaya juga didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi. Misalnya adalah aplikasi Sunfish yang merupakan sistem untuk absensi karyawan, pengajuan cuti, serta informasi lainnya.

BUMD ini juga mengimplementasikan aplikasi SIPAS atau sistem untuk surat disposisi.  Ada pula aplikasi NET CAST, sebuah sistem untuk mengelola data pelanggan layanan perpipaan air limbah.

“Kami juga melakukan digitalisasi data jaringan pipa air limbah dengan GIS (geographic information system),” ujar Budi.

GIS ini berisi data jaringan pipa air limbah Paljaya mencakup jumlah manhole, posisi manhole, panjang pipa, kedalaman pipa, elevasi pipa dan data lain yang kedepannya akan diintegrasikan dengan sistem-sistem lain yang telah dimiliki Paljaya.

Terkait  kinerja pelayanan ini, Perumda Paljaya sudah melakukan Survei Kepuasan Pelanggan pada 2021. Hasilnya di atas target yang ditetapkan dengan skor 3,58 dari skala 4.00, sedangkan target awal 3,40.

Untuk kinerja keuangan 2021, Perumda Paljaya meraih pendapatan usaha Rp 116,83 miliar, naik dari realisasi pendapatan usaha 2020 Rp 105,57 miliar.  Namun, capaian tersebut masih di bawah RKAP tahun 2021 sebesar Rp 135,93 miliar.

Sementara untuk skor penilaian GCG mencapai 70,42. Ada beberapa aspek governance yang dinilai, antara lain komitmen, kebijakan GCG, partisipasi GCG dan pengungkapan informasi.

(sumber: https://www.topbusiness.id/62360/perumda-paljaya-piawai-mengelola-limbah-warga-jakarta.html)

Hotline Hubungan Masyarakat
(021) 835 42 52 - extension 6 +62 812 9079 0899

Hotline Layanan Pengaduan Pelanggan (Administrasi)
(021) 835 42-52 - extension 207 +62 878 9366 5470

Hotline Layanan Pengaduan Pelanggan (Teknis)
(021) 835 42-54 atau +62 851 5627 4188

Hotline Layanan Penyedotan Lumpur Tangki Septik
(021) 8370 2136 atau +62812 9077 70-20 / 30

Hotline Layanan Sistem Perpipaan
+62 813 8832 9008

Hotline Layanan Tangki Septik Modifikasi (BIOPAL)
+62 813 8529 1475

Hotline Layanan Pemeriksaan Laboratorium
+62 819 9021 4951