Beginilah IPAL buatan BLH Yogya untuk Menyaring Limbah Laundry

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BLH Kota Yogya menciptakan alat instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) untuk mengurangi dampak buruk dari zat-zat kimia yang terkandung dari air limbah laundry. IPAL ini telah diterapkan ke sejumlah usaha laundry di wilayah Kota Yogya yang telah mendapat izin usaha dari Dinas Perizinan Kota Yogya.

Kepala Sub Bidang Pemulihan Lingkungan Balai Lingkungan Hidup Kota Yogya, Pieter Lawoasal, menjelaskan, alat IPAL ini berfungsi untuk menyerap kelebihan senyawa fosfat yang terkandung dari deterjen agar aman bagi lingkungan.

Alat IPAL ciptaan BLH kota Yogya berbentuk tabung persegi empat yang di dalamnya terdapat empat ruang yang setiap bagiannya memiliki fungsi yang berbeda. Alat IPAL terbuat dari serat fiber yang kuat dan kedap air. Penempatan alat IPAL ini bisa diletakkan di samping usaha laundry ataupun dikubur di dalam tanah.

Mekanisme alat IPAL ini adalah untuk menyaring benda-benda makro yang terbawa dari air limbah. Utamanya adalah untuk mengikat kelebihan jumlah fosfat menggunakan zeolit, dan untuk mengatasi zat-zat yang terkandung pada detergen menggunakan soda abu dan tawas agar berkurang dan aman bagi lingkungan.

Tahap pertama adalah air limbah laudry akan masuk melalui inlet berupa pipa yang menghubungkan ke dalam bak reaksi pertama. Bak pertama bertujuan untuk mereaksikan zeolit dengan air limbah laundry, selain itu juga diberikan tawas dan soda abu.

Selanjutnya air limbah akan berpindah ke bak-bak berikutnya sampai berakhir di pembuangan. Proses ini berlangsung selama dua minggu. Hasil reaksi akan berupa sampah encer yang aman bagi lingkungan.

Hasil akhir IPAL adalah sampah encer yang jenuh. Residu ini telah diuji oleh BLH Kota Yogya dan dinyatakan aman untuk lingkungan. Sampah encer ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk atau bahan organik tambahan yang dapat diserap oleh tanaman.

"Kalau sudah diolah bentuknya nanti jadi sampah encer. Residu ini aman dan tak berbahaya buat lingkungan, bahkan bisa menyuburkan tanah," tutur Pieter.

IPAL ini telah diterapkan di sejumlah usaha laundry yang telah berizin. Ada sekitar 20 unit IPAL yang telah dipasangkan untuk menganggulangi air limbah. Rencana BLH akan menambahkan 24 unit IPAL lagi tahun depan. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Beginilah IPAL buatan BLH Yogya untuk Menyaring Limbah Laundry, http://jogja.tribunnews.com/2015/05/04/beginilah-ipal-buatan-blh-yogya-untuk-menyaring-limbah-laundry.
Penulis: rfk
Editor: hdy